Pentingnya Pengukuran Kematangan Sekolah TK

Test Kematangan Sekolah

Test Kematangan Sekolah

Sesuai dengan Undang – undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada 6 ayat (1) dikemukakan: “Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar”. Dengan demikian jelas bahwa anak yang telah berusia tujuh tahun wajib diterima di Sekolah Dasar. Permasalahan yang timbul adalah apakah yang sudah berumur tujuh tahun sudah siap masuk ke Sekolah Dasar? Selain itu apakah yang belum berusia tujuh tahun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar? Dengan pertimbangan ini maka ada beberapa Sekolah Dasar yang mempersyaratkan calon siswanya harus memiliki surat tanda tamat/surat pengantar Taman Kanak – Kanak dan sudah berusia tujuh tahun yang boleh mendaftar, karena anak yang sudah mengikuti kegiatan pembelajaran di Taman Kanak – Kanak sudah terbiasa dengan aturan/norma yang berlaku di kelas sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) kelas satu.

Secara umum perkembangan anak normal pada usia tujuh tahun sudah siap untuk belajar dan telah mencapai masa peka untuk belajar keterampilan akademik. Masa peka atau kematangan untuk belajar biasanya ada keterkaitannya dengan perkembangan fungsi – fungsi fisik dan psikologis, siap untuk belajar secara akademik.

Masa peka yang terjadi pada setiap anak sangat bervariasi, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain faktor lingkungan maupun pembawaan/hereditair. Hal ini dapat diamati ada anak yang sudah siap belajar artinya siap mengembangkan kemampuan akademik pada usia enam/tujuh tahun. Contohnya anak berbakat sudah mampu membaca pada usia tiga tahun, sebaiknya dia masuk sekolah pada usia kurang dari enam/tujuh tahun. Dengan demikian untuk menentukan saat yang tepat anak masuk sekolah dasar bukan ditentukan oleh usia enam atau tujuh tahun namun lebih berdasarkan pada kesiapan atau kematangan anak untuk mengikuti kegiatan pendidikan di sekolah dasar. Untuk mengetahui apakah seorang anak sudah siap masuk sekolah, perlu dilakukan pengukuran kesiapan masuk sekolah dasar. Hal inilah yang mendasari dilakukannya tes kematangan sekolah bagi siswa TK B yang akan masuk SD maupun calon siswa SD.

Tugas – tugas perkembangan anak usia sekolah dasar

Untuk mengetahui kesiapan anak masuk sekolah perlu diketahui tentang tugas – tugas perkembangan pada anak usia sekolah, karena kesiapan anak masuk sekolah berkaitan erat dengan tugas perkembangan yang telah dilalui dan tugas perkembangan yang akan dijalani. Anak sekolah dasar biasanya berusia 6/7 – 12 tahun. Tugas perkembangan anak usia tersebut oleh Havighurst (Dirot Hadisusanto, dkk: 1995:86) dikelompokkan pada tugas perkembangan masa kanak – kanak madya. Ini meliputi:

  1. Belajar keterampilan fisik yang digunakan untuk permainan
  2. Membentuk sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri
  3. Belajar bergerak dengan teman sebaya
  4. Belajar peran sosial sesuai dengan jenis kelaminnya
  5. Belajar keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung
  6. Mengembangkan konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari – hari
  7. Mengembangkan kata hati, moralitas dan skala nilainya
  8. Mengembangkan kemandirian pribadi.

Tugas perkembangan anak usia sekolah dasar ada yang berkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran pada anak kelas satu yaitu siap untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung. Kenyataan di lapangan ada beberapa anak yang mengalami kesulitan membaca dan menulis.

Keberhasilan menyelesaikan tugas perkembangan pada masa kanak – kanak madya dipengaruhi oleh keberhasilan menyelesaikan tugas perkembangan sebelumnya yaitu tugas perkembangan pada masa kanak – kanak awal yaitu usia 0 – 6 tahun. Pada masa tersebut yang penting yaitu mengembangkan kemampuan motorik kasar dan halus, koordinasi sensomotorik, berbahasa, sosil dan emosi. Ini semua dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah anak sudah siap masuk sekolah atau belum.

Aspek yang diukur pada Tes Kesiapan Masuk Sekolah (TKS)

Aspek kesiapan anak masuk sekolah dasar dapat dilihat dari materi pembelajaran di Taman Kanak – Kanak, karena Taman Kanak – Kanak adalah : “pendidikan prasekolah yang ditujukan bagi anak usia 4 – 6 tahun sebelum memasuki pendidikan dasar” (Endra Santosa: 2007). Adapun peranan Taman Kanak – Kanak oleh orang dewasa agar berkembang secara optimal.

Adapun aspek yang biasanya diukur dalam tes kesiapan sekolah diantarannya:

  1. Konsentrasi
  2. Berbahasa
  3. Kemampuan motorik
  4. Kemampuan mengenal konsep
  5. Kemampuan menyamakan dan membedakan bentuk
  6. Daya ingat
  7. Kemampuan menggambar

Kesiapan sekolah sangat berkaitan dengan usia kronologis, masa peka dan kematangan perkembangan otak.

Referensi:

Hadisusanto, Dirot (1990), Pengantar Ilmu Pendidikan, Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan, Insitut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta

Endang Supartini & Purwandari (2002), Evaluasi Psikologis, Yogyarakta: Faskultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta.