Test Kematangan Sekolah – Yayasan Darussalam An- Nuur Tangerang

Test Kematangan Anak

Test Kematangan Anak

Hari Rabu lalu, Tanggal 11 Mei 2016, PPSDM mendapat kesempatan kembali untuk melakukan Tes Kematangan Sekolah (TKS) untuk Taman Pendidikan Alquran (TPA – TKA) yang secara khusus ditujukan kepada Santri – santri yang akan memasuki Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah, kegiatan TKS ini diikuti oleh tidak kurang dari 28 orang siswa.

Kegiatan TKS ini bertujuan untuk melihat sejauhmana tingkat kematangan siswa dan sejauhmana kesiapan siswa untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi dalam hal ini Sekolah Dasar.
Selain itu hasil dari test ini dapat juga membantu pihak sekolah dalam hal ini pihak TK dan pihak orang tua siswa untuk melihat perkembangan anaknya dan melakukan bimbingan untuk memperkaya pengetahuan dan keterampilan siswa yang belum optimal, sehingga pada saat memasuki SD, siswa tersebut sudah memiliki kesiapan yang matang untuk belajar sehingga kelancaran proses belajar mengajar dapat dicapai dengan sendirinya..

Selain untuk kelancaran proses belajar mengajar, tes kematangan sekolah juga diperlukan untuk kebaikan anak itu sendiri. Bayangkan, secara aspek kognitif anak sudah matang, tapi dari sisi kemandirian, emosi dan aspek lainnya belum matang, sehingga akan menyulitkan dirinya dan juga pihak sekolah. IQ-nya boleh tinggi, tapi di kelas dia belum bisa melakukan toilet learning sendiri. Apakah gurunya yang harus membantu anak melakukan toilet learning? Itu jika satu anak, bagaimana bila dalam satu kelas ada beberapa anak dengan kondisi sama. Repot, kan? Tidak hanya itu. Ia juga mudah tantrum atau menangis. Meski secara kognitif ia siap, namun ketidakmatangan emosi ini akan menghambatnya saat bersosialisasi; anak akan dijauhi, tidak disukai teman-teman di sekolahnya. Bukan tidak mungkin nantinya anak menjadi malas atau mogok sekolah. Bahaya, kan?

Bila anak masuk ke sekolah yang menyeimbangkan aspek kognitif dan aspek lainnya, maka anak bisa saja mengejar ketertinggalan tersebut. Tapi bagaimana bila anak bersekolah di sekolah yang menekankan pada aspek kognitif semata? Di satu sisi kognitif anak akan semakin tinggi, tapi di sisi lain aspek yang kurang matang akan menjadi kurang terstimulasi. Akibatnya, aspek-aspek yang kurang matang akan semakin sulit berkembang, tertinggal jauh dari teman-teman lainnya yang sudah matang. Inilah yang akan menjadi masalah di kemudian hari, dimana di usia sekolah dasar anak harus terus-menerus disuruh belajar, lalu saat ujian orangtuanya stress karena sibuk belajar, menanya-nanya soal, membacakan, dan sebagainya. Nantinya, anak tidak bisa menjalin relasi sosial yang baik dengan orang lain, masih banyak dibantu, dan sulit untuk menjadi sukses.

“Ini yang tidak diinginkan, sehingga uji kematangan sebelum bersekolah perlu dilakukan.”
Adapun aspek – aspek yang akan diukur dari TKS tersebut yakni:

  1. Perkembangan fisik motorik (motorik halus dan kasar)
  2. Perkembangan emosi (Kontrol diri dan mau mengikuti aturan, Mampu dengan mudah ikut bermain dengan anak-anak lain, Mampu mempertahankan pertemanan
  3. Kemampuan untuk mengekspresikan emosi, dan Kemampuan membuat kebutuhannya diketahui dan mencari bantuan orang dewasa jika diperlukan)
  4. Kemampuan belajar (Kemampuan untuk mempertahankan perhatian (Konsentrasi), ketekunan dalam mengerjakan tugas, kemampuan mengikuti arahan dan keinginan untuk mempelajari hal baru)
  5. Perkembangan bahasa (Pengenalan huruf cetak, pengidentifikasian bunyi, perbendaharaan kata, dan pemahaman bacaan)
  6.  Pengetahuan umum (Pengenalan dasar angka, konsep bentuk, konsep operasi matematika, dan proses pemecahan masalah).Bagi Anda para orang tua atau Taman Kanak – kanak yang ingin mengadakan kegiatan TKS untuk siswa – siswanya silakan hubungi kami PPSDM Consultant 021 – 7940525.