Assessment Center BRI LIfe (10 – 11 April 2017)

Tanggal 10 – 11 April 2017, PPSDM Consultant mendapat kepercayaan dari BRI LIfe untuk melakukan proses assessment center terhadap 20 orang karyawan, yang terdiri kepala bagian dan wakil kepala bagian.
 
Kegiatan assessment center ini diselenggarakan selama beberapa tahapan diantaranya paper and pencils test, dinamika kelompok, analisis kasus, presentasi dan wawancara.
 
Secara umum kegiatan ini Assessment center ini:
 
  1. Dapat mengungkapkan kompetensi yang sudah aktual pada diri seseorang.
  2. Melakukan diagnosis kebutuhan pelatihan dan pengembangan untuk SDM yang bersangkutan di masa yang akan datang.
    Output utama suatu program assessment center sendiri adalah rekomendasi mengenai strength dan weakness yang terdeteksi pada diri assesee terhadap kriteria yang dipergunakan sebagai tolok ukur.
    Dengan demikian, sebagai hasil assessment center, secara otomatis tiap assessee dan manajemen mengetahui kompetensi yang perlu di-leverage, yakni kelemahan – kelemahan relatif, agar kinerja individu yang bersangkutan dan pada gilirannya kinerja organisasi menjadi efektif bahkan superior pada jabatannya.
    Lebih jauh lagi, dengan analisis yang tajam terhadap informasi hasil assessment center, dapat direkomendasikan lebih spesifik lagi metode pengembangan atau action plan macam apa yang akan efektif untuk mengembangkan area – area kelemahan itu.
  3. Perencanaan Organisasi – menentukan apakah para manager dan karyawan benar – benar memiliki kemampuan kritis untuk menghasilkan kinerja yang benar – benar unggul, bukanlah masalah sederhana bagi organisasi.
    Kompetensi – kompetensi yang diperlukan untuk menjamin kinerja superior beragam dari satu bisnis ke bisnis lain, bahkan dari organisasi ke organisasi yang lainnya serta di dalam organisasi dari jenis jabatan tertenti ke yanng lainnya. Metode assessmet center sangat efektif untuk mengidentifikasikan pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik – karakteristik personal yang dibutuhkan para pemegang jabatan – mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan dan pengembangan yang spesifik pada manajer dan karyawan serta memastikan agar sistem – sistem SDM berfokus pada pengembangan kompetensi – kompetensi itu.
  4. Pool of talents. Secara makro, hal tersebut di atas dapat dikaitkan dengan strategi perencanaan sumber daya manusia dengan menghimpun data mengenai sejumlah orang yang potensial (pool of talent) dan siap menempati posisi – posisi kritis bagi kebutuhan organisasi di masa depan.
  5. Pengembangan – hasil assessment center dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk menjalankan team building dan pengembangan aspek – aspek keterampilan yang berkaitan dengan kebutuhan organsiasi di masa depan. Program coaching dan counselling dianjurkan untuk melengkapi program development centre ini.
Itulah beberapa tujuan dari assessment center tersebut.