Enam Kebiasaan Kerja Yang Cerminkan Tingkat Kecerdasan Tinggi

work

Kecerdasan ada banyak jenisnya dan untuk masing-masing level inteligensi, banyak cara pula untuk mengukurnya. Pengelompokan terhadap kecerdasan manusia yang paling umum adalah melalui nilai IQ, walau kini bukan lagi yang utama.

Tanpa banyak tes sekalipun, komunitas sains menemukan beberapa kebiasaan-kebiasaan kecil yang menandakan tingkat kecerdasan tinggi. Coba cek daftar kami ini, siapa tahu sesuai dengan apa yang Anda lakukan sehari-hari.

1. Meja berantakan

Studi di tahun 2013 dari Universitas Minnesota menemukan bahwa individu yang meja kerjanya kurang rapi cenderung lebih kreatif. Studi tersebut menduga kalau suasana agak berantakan di sekeliling individu justru memacu kreativitas karena “memaksa” mereka untuk berpikir out of the box.

2. Lebih produktif di malam hari

Night owl adalah mereka yang cenderung aktif di malam hari dan kesulitan langsung produktif di pagi hari. Kecenderungan ini bersifat genetik dan ternyata, punya kelebihan tersendiri dibanding rekan sejawat yang mudah bangun dan aktif di pagi hari. Setidaknya, menurut satu studi, secara umum, night owl terpantau memiliki tingkat kecerdasan lebih tinggi dibanding morning bird.

3. Sering menunda pekerjaan

Menunda-nunda pekerjaan sering dipandang sebagai satu kebiasaan negatif, terutama di dunia bisnis yang menuntut segalanya serba cepat. Meski begitu, salah satu alasan utama individu kerap menunda-nunda pekerjaan biasanya karena terlalu perfeksionis dan takut melakukan kesalahan. Nyatanya, sifat perfeksionis ini sering ditemui pada mereka yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi.

4. Kadang merasa kurang kompeten

Orang yang cerdas biasanya jarang merasa kalau dirinya sendiri cerdas, dan sebaliknya, yang kurang cerdas kadang tidak menyadari fakta diri tersebut. Fenomena ini disebut Dunning-Kruger Effect. Karena merasa diri tidak secerdas itu, beberapa individu sering merasa gugup dan mempertanyakan kemampuan diri. Padahal, rasa gugup yang spesifik ini juga bagian dari tanda kecerdasan.

5. Pengambil risiko

Sering mengambil risiko dan semangat jika dihadapkan dengan tantangan? Kepercayaan diri ini bisa jadi berakar pada kecerdasan Anda. Eksperimen yang diadakan di Finlandia menyatakan kalau individu yang sering mengambil risiko dan terbuka menerima tantangan baru cenderung lebih cerdas. Dalam eksperimen yang menggunakan tes mengemudi tersebut, partisipan yang mengambil pilihan lebih berisiko terpantau memiliki fungsi kognitif yang lebih efisien.

6. Lebih senang menyendiri

Bukannya tidak senang bersosialisasi, hanya saja ada individu yang tidak mendapat kepuasan tinggi dari aktivitas ini, termasuk bercengkrama dengan teman. Pada individu dengan kecerdasan dan tingkat IQ tinggi, hal ini lebih sering terpantau, menurut sebuah studi.

Sumber:

  1. www.gerja.com
  2. www.google.com
  3. https://knownotion.com/