PROFILE ASSESSMENT PSIKOLOGIK DAN KOMPETENSI BAGI JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA, JABATAN ADMINISTRATOR DAN JABATAN PENGAWAS KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PPSDM Consultant alhamdulillah mendapat kesempatan untuk melakukan proses Profile Assessment Psikologi bagi para pegawai Kementerian Kesehatan dari mulai pejabat pengawas (eselon 4), administrator (eselon 3), dan pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon 2).

Kegiatan Profile Assessment Psikologi ini dilaksanakan mulai tanggal 4 September – 15 November 2017, yang dilaksanakan di Kantor PPSDM Consultant, yang beralamat di Gedung ILP Center, Lt. III, Jl. Raya Pasar Minggu No. 39 A Pancoran Jakarta Selatan, dengan jumlah peserta mencapai 561 orang pegawai yang terdiri dari Pejabat Pengawas (eselon 4) sebanyak 413 orang pegawai, Pejabat Administrator (eselon 3) sebanyak 119 orang pegawai dan Pejabat Tinggi Pratama (eselon 2) sebanyak 29 orang.

Kegiatan Profile Assessment ini menggunakan pendekatan Assessment center, untuk setiap batch nya dilaksanakan selama 3 hari, hari pertama terdiri dari paper and pencils test, dilanjutkan hari kedua dengan dinamika kelompok dan wawancara, serta hari ketiga ditutup dengan feedback. Setiap batchnya rata – rata diikuti oleh 25- 35 orang pegawai, kecuali untuk pejabat eslon 2 yang hanya terdiri dari 12 – 15 orang perbatchnya.

Secara umum kegiatan ini Profile Assessment ini:

  1. Dapat mengungkapkan kompetensi yang sudah aktual pada diri seseorang. 
  2. Melakukan diagnosis kebutuhan pelatihan dan pengembangan untuk SDM yang bersangkutan di masa yang akan datang. Output utama suatu program assessment center sendiri adalah rekomendasi mengenai strength dan weakness yang terdeteksi pada diri assesee terhadap kriteria yang dipergunakan sebagai tolok ukur.Dengan demikian, sebagai hasil assessment center, secara otomatis bagian SDM atau pimpinan ybs mengetahui kompetensi yang perlu di-leverage, yakni kelemahan – kelemahan relatif, agar kinerja individu yang bersangkutan dan pada gilirannya kinerja organisasi menjadi efektif.
    Lebih jauh lagi, dengan analisis yang tajam terhadap informasi hasil assessment center, dapat direkomendasikan lebih spesifik lagi metode pengembangan atau action plan macam apa yang akan efektif untuk mengembangkan area – area kelemahan itu.
  3. Perencanaan Organisasi – menentukan apakah para pegawai benar – benar memiliki kemampuan kritis untuk menghasilkan kinerja yang benar – benar unggul, bukanlah masalah sederhana bagi organisasi. Kompetensi – kompetensi yang diperlukan untuk menjamin kinerja superior beragam dari satu bisnis ke bisnis lain, bahkan dari organisasi ke organisasi yang lainnya serta di dalam organisasi dari jenis jabatan tertentu ke yang lainnya. Metode assessmet center sangat efektif untuk mengidentifikasikan pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik – karakteristik personal yang dibutuhkan para pemegang jabatan – mengidentifikasikan kebutuhan pelatihan dan pengembangan yang spesifik pada manajer dan pegawai serta memastikan agar sistem – sistem SDM berfokus pada pengembangan kompetensi – kompetensi itu. 
  4. Pool of talents. Secara makro, hal tersebut di atas dapat dikaitkan dengan strategi perencanaan sumber daya manusia dengan menghimpun data mengenai sejumlah orang yang potensial (pool of talent) dan siap menempati posisi – posisi kritis bagi kebutuhan organisasi di masa depan. 
  5. Pengembangan – hasil assessment center dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk menjalankan team building dan pengembangan aspek – aspek keterampilan yang berkaitan dengan kebutuhan organsiasi di masa depan. Program coaching dan counselling dianjurkan untuk melengkapi program development centre ini.

 

Kemenkes