Pengembangan Motivasi dan Kompetensi Pegawai Biro Kesekretariatan Pimpinan MA (06072017)

Dalam rangka pengembangan kapasitas pengetahuan, sikap dan keterampilan motivasi dan memotivasi pribadi dan organisasi, menguatkan nilai – nilai kebersamaan, kekeluargaan, maka Biro Kesekretariatan Pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia mengadakan kegiatan yang bertajuk Kegiatan Tata Persuratan dan Pengembangan Motivasi Serta Kompetensi Pegawai untuk para pegawai Biro Kesekretariatan Pimpinan Mahkamah Agung RI, yang di selenggarakan pada tanggal 6 – 7 Desember 2017, bertempat di Pusdiklat Mahkamah Agung RI – Mega Mendung –  Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang diikuti oleh tidak kurang dari 40 orang pegawai yang berasal dari beberapa biro bahkan lintas departemen di lingkungan Mahkamah Agung ini  berisi berbagai kegiatan baik dalam ruangan maupun di luar ruangan.

Kegiatan ini dimulai dengan membahas tentang esensi perubahan.

Setiap orang akan mengalami perubahan, tidak bisa tidak perubahan itu pasti terjadi jika tidak ikut dalam perubahan itu maka siap – siap saja tergerus oleh perubahan tersebut. Kesiapan untuk mengikuti perubahan ini tentunya tidak hanya mengalir begitu saja, namun perlu bekal ilmu pengetahuan yang signifikan, sehingga memiliki kesiapan lahir dan bathin, salah satu bekal yang perlu dibangun dalam menyikapi dan menghadapi perubahan itu adalah HHN (Hadapi – Hayati – Nikmati).
Jika ada perubahan sebagai masalah maka hadapi saja, karena mau dihadapi atau tidak perubahan tetap terjadi, langkah selanjutnya setelah di hadapi yakni hayati dengan bersyukur dan bersabar. Syukuri karena telah diberi kesempatan untuk melalui perubahan itu dan diberikan nikmat untuk menjalani perubahan tersebut. Bersabar karena perubahan adalah bisa jadi ujian juga cobaan. Ujian untuk meningkatkan derajat kita di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, cobaan sebagai peringatan karena kelalaian kita memperlakukan dan menempatkan diri kita dihadapkan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga setiap perubahan yang muncul bukan mendekatkan diri kepada-Nya, yang ada malah menjauh dan menyalahkan keadaan.

Selain pemahaman terkait dengan perubahan, peserta juga diajak untuk menguatkan kembali bagaimana berkomunikasi yang efektif, baik sesama pegawai, bawahan, maupun atas. Dengan komunikasi menggunakan berbagai media yang ada. Melalui pendekatan konten – benar, cara – benar, artinya isi pesan yang benar disampaikan dengan cara yang benar pada waktu yang tepat atau dengan konteks yang sesuai.

Untuk mendukung kedua hal tersebut; perubahan dan komunikasi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan memahami karater diri dengan DISC. Peserta diajak memahami diri dan orang lain dengan berbagai karakter yang muncul dari DISC tersebut, sehingga semakin memahami karakternya maka semakin memiliki kesiapan diri untuk memperlakukan orang lain sesuai dengan karakternya, lebih jauh lagi semakin memahami diri maka semakin memahami hakikat Sang Pencipta.

Sebagai aplikasi dari ke – 3 pendekatan ilmu tersebut, peserta diajak untuk melakukan berbagai simulasi yang dilakukan di luar ruang, dengan pendekatan komprehensive, experiental learning, peserta diuji kepemimpinannya, teamwork, problem solving, fokus terhadap pekerjaan dan kompetensinya, mengoptimalkan potensi berpikir dan mengendalikan emosi dalam situasi apapun, sehingga menjadi pribadi dan tim yang tangguh – pantang mengeluh, pantang menyerah, dan pantang menjadi beban – minimal tidak menjadi beban bagi orang – orang terdekat.

Sebagai penutup peserta kembali melingkar dalam kelompok untuk ikut dalam feedback session, untuk melihat lebih dalam lagi karakter diri masing – masing peserta, bagaimana menyikapi atasan, sesama rekan kerja dan bawahan berdasarkan kemasalahan yang dihubungkan dengan penerapan DISC, dan ditutup dengan membuat rencana aksi – perubahan apa yang signifikan yang bisa mereka lakukan setelah pelatihan ini sehingga memiliki perubahan bagi diri maupun bagi organisasi secara umum, untuk kemudian dimasa mendatang akan dievaluasi kembali dari rencana aksi tersebut.

Akhirnya semoga waktu berbagi ilmu ini, setiap peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat, dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan dan lingkungan kerja dimana mereka berada.

 

 

MA676