Mengerjar Kebahagiaan dengan bekerja

happiness-at-work

Suatu survey yang dilakukan terhadap 500 manajer diperusahaan multinasional menunjukan bahwa 81 persen dari mereka terlibat di lebih dari satu tim proyek. Tantangan perubahan dinamika industri dan teknologi yang begitu cepat menuntut karyawan perusahaan harus bekerja ekstra dan multitim untuk tujuan perbaikan atau transformasi. Keterlibatan dalam multitim merupakan keniscayaan untuk mendorong fertilisasi pengetahuan lintas fungsional serta demi efisiensi penggunaan sumber daya manusia.

Namun, sistem multitim juga menaikan beban kerja yang berdampak kepada peningkatan stres karyawan. Tanpa disadari, banyak orang menciptakan dikotomi antara pekerjaan dan kebahagiaan sehingga pekerjaan dianggap sebagai sumber stres, seolah kebahagiaan hanya bisa ditemukan di luar pekerjaan. Pemikiran dikotomi ini berbahaya, baik bagi karyawan maupun perusahaan karena semakin seseorang meyakininya, semakin ia melakukan selective screening dan mencari bukti bahwa tempat kerjanya memang kurang menyenangkan. Akibatnya, pekerja semakin tidak puas dan akhirnya kurang berhasil dalam bekerja. Berkurangnya kinerja akan menjadi feeder ke dalam lingkaran setan ketidakpuasaan bekerja.

Riset yang dilakukan Annie McKee (Happiness Trap, Harvard Business Review, Oktober 2017) menunjukkna ada tiga hal yang perlu dikelola, baik oleh individu maupun organisasi, untuk menciptakan kebahagiaan dalam bekerja: purpose, hope, dan friendship.

PURPOSE

Ketika seseorang merasakan tujuan (purpose) dalam bekerja, ia akan lebih bersemangat dalam melakukannya meskipun dalam kondisi sulit sekalipun. Semangat yang tinggi terhadap suatu tujuan terbukti meningkatkan energi serta mendorong kreativittas dan inovasi.

Tujuan dapat ditemukan dalam jenis pekerjaan yang sesuai dengan talenta dan minat pribadi. Namun tujuan juga ditentukan oleh dampak pekerjaan atau organisasi tempat bekerja kepada masyarakat.
Pimpinan perusahaan dapat mendorong terciptanya tempat bekerja yang memiliki purpose dengan mendengarkan aspirasi karyawan dan memastikan karyawan ditempatkan sesuai dengan kompetensi dan minatnya.

HOPE

Hope merupakan elemen kedua pendorong kebahagiaan dalam bekerja.
Tingkat stres seseorang tidak sepenuhnya tergantung kepada timbulnya masalah tetapi lebih tergantung kepada rasa kendalinya atas penyelesaian masalah tersebut.
Optimisme dalam menghadapi masalah dapat mengoptimalkan fungsi kerja syaraf.

Studi di bidang kedokteran menunjukkan bahwa optimisme menciptakan rasa tenang untuk bertindak, keteraturan dalam pernafasan, menurunkan tekanan darah, dan menaikkan daya imun tubuh.
Dengan demikian, pengambilan keputusan dalam menghadapi masalah menjadi lebih berkualitas.
Pimpinan berperan meningkatkan hope dengan menunjukkan arahan perusahaan yang menggambarkan visi ke depan yang jelas dan memiliki pertumbuhan.
Ketika berada dalam indutri yang penuh ancaman sekalipun, perusahaan harus memiliki strategi atau program kerja yang unggul dan spesifik untuk mengarungi badai yang mengahdang.
Program perubahan perlu dicanangkan untuk memberi optimisme bahwa ada jalan yang berbeda atau lebih baik yang akan diambil perusahaan.
Bagian SDM berperan mengkomunikasikan strategi perusahaan kepada semua karyawan untuk menciptakan optimisme dan harapan.

FRIENDSHIP

Friendship atau persahabatan merupakan elemen ketiga pendorong kebahagiaan dalam bekerja.
Survei oleh Gallup menunjukkan bahwa hubungan yang erat meningkatkan kepuasan kerja 50 persen dari kepuasan kerja memiliki korelasi yang tinggi dengan produktivitas karyawan.
Dalam lingkungan yang saling peduli dan menghargai, karyawan dapat membagi sumber daya waktu, talenta, bahkan uang dengan lebih terbuka. Bagian SDM perusahaan merupakan katalis utama dalam menciptakan persahabatan dalam tempat kerja (fun time). Divisi SDM dapat merancang program pershabatan secara berkala, seperti nonton bersama. Funtime tidak harus dilakukan di luar kerja. Dalam kondisi multitim yang sibuk bergerak dari satu proyek ke proyek lainnya, sebaiknya setiap mulainya proyek perlu melalui kick-off bersama dengan semua anggota tim yang terkumpul masih baru, perkenalan dengan cara yang menghibur dapat dilakukan. Sepanjang proyek dan pada akhir proyek, perayaan kecil – kecilan terhadap quick-wins juga dapat meningkatkan rasa kebersamaan.

Hari ini, kita menghabiskan sekitar setengah waktu hidup untuk bekerja. Alangkah baiknya waktu tersebut dilalui dengan kebahagaiaan. Perusahaan memiliki peran menciptakan purpose, hope, dan friendship dalam bekerja.
Namun, pada akhirnya, kebahagiaan tetap merupakan tanggung jawab setiap orang.

Sumber: kompas.id