Kenapa Karyawan Resign?

83397736

Beberapa tahun terkahir ada fenomena menarik di dunia pekerjaan dan sumber daya manusia (SDM). Fenomena tersebut adalah semakin bertambahnya lapangan pekerjaan sehingga orang mempunyai semakin banyak pilihan dalam bekerja.

Selain itu yang menarik perhatian juga adalah makin bertambahnya karyawan yang ingin keluar dari perusahaan (resign) tanpa ragu – ragu dan bahkan pada saat itu juga.

Sebenarnya resign merupakan salah satu hal yang umum terjadi di dunia kerja. Apalagi di kota – kota besar. Banyak lowongan pekerjaan di kota besar juga menyebabkan banyak pekerja memutuskan untuk berpindah ke pekerjaan yang lain.

Yang cukup memprihatinkan, banyak karyawan – karyawan terbaik yang resign dari satu perusahaan. Padahal mereka bisa dikatakan merupakan karyawan yang diandalkan. Banyak dari mereka yang sudah dikirim dalam berbagai pelatihan yang berhubungan dengan pekerjaan dari perusahaan.

Masalah pengunduran diri tentu saja akan berdampak besar baik bagi perusahaan maupun bagi karyawan tersebut. Sebagai seorang leader, ketika Anda kehilangan seorang karyawan, Anda tentu saja haru bekerja keras untuk menutupi kekosongan yang ditinggalkan.

Bukan hanya soal mengisi kekosongan, resign seorang karyawan juga berakibat pada keuangan perusahaan karena harus mengeluarkan sejumlah uang demi kepentingan perekrutan lagi. Kemudian tentu saja akan melakukan pelatihan lagi. Sedangkan bagi karyawan yang telah berhenti juga harus mulai mencari pekerjaan yang baru, yang berarti kembali pada proses pencarian kerja, meskipun sudah dapat pekerjaan lain, ada effort lain yakni penyesuaian kembali dengan pekerjaan yang baru.

Apa sebenarnya yang membuat seseorang memutuskan resign? Ternyata ada beberapa hal.

Faktor yang paling umum adalah soal, gaji dan kompensasi. Sebuah penelitian menyebutkan, karyawan perusahaan menyebutkan bahwa gaji dan kompensasi sebagai alasan utama mengapa mereka memilih untuk meninggalkan pekerjaan mereka. Masih terdapat perusahaan yang menggaji karyawannya di bawah upah minimum. Tentu saja sangat tidak layak.

Belum lagi berbagai tunjangan di luar gaji seperti jatah cuti, tunjangan kesehatan dan gigi, bonus, komisi, dan lain – lain. Ketika seorang karyawan tidak mendapatkan apa yang diharapkan, biasanya ia akan memilih untuk meninggalkan pekerjaan.

Alasan lain yang paling dominan adalah soal ketidakcocokan dengan atasan. Sebagian besar karyawan memilih untuk tidak bersahabat dekat dengan atasannya, tetapi mereka menginginkan sebuah hubungan yang baik terjalin dengan atasannya.

Biasanya ketika mereka sudah tidak dapat berkomunikasi dengan atasannya, maka suasana bekerja akan terasa berat dan makin memburuk.

Tentu saja situasi yang memburuk ini akan mempengaruhi semangat kerja. Maka ketika hubungan sosial tidak ditemukan dengan atasannya tersebut atau dengan kata lain hubungan dengan atasannya tidak berjalan harmonis, biasanya seorang karyawan akan memilih untuk mencarinya dari tempat lain.

Perasaan tidak nyaman memang akan terasa. Apalagi perusahaan memang bisa saja menjadi rumah kedua bagi para karyawan. Faktor kenyamanan memang merupakan sesuatu yang sangat berpengaruh pada betah atau tidaknya karyawan di perusahaan. Maka, bila pengusaha tidak mau kehilangan para karyawannya sebaiknya mereka memperhatikan faktor ini.

Jangan menunggu waktu hingga ada satu atau beberapa karyawan yang resign gara – gara faktor tersebut. Lingkungan yang nyaman tidak hanya akan membuat karyawan betah, namun lingkungan yang nyaman juga akan membuat produksivitas karyawan meningkat.

Faktor lainnya adalah soal tidak ada tantangan lagi di tempat kerja. Tidak dapat dipungkiri, seseorang membutuhkan tantangan – tantangan baru, terutama bagi pekerja yang masih haus pengalaman.

Bayangkan jika sebuah pekerjaan telah menjadi sesuatu yang hanya bersifat pengulangan dan tidak menawarkan tantangan yang berarti. Beberapa orang akan memilih berhenti atau resign. Bagaimana jika tak ada pengakuan dalam mencapai prestasi kerja? Ini juga merupakan salah satu alasan seseorang memutuskan resign. Tentu saja setiap karyawan bahkan setiap orang menginginkan kerja keras dan usahanya diakui. Sehingga tidak aneh jika karyawan – karyawan terbaik, meninggalkan perusahanya hanya karena prestasi dalam pekerjaannya tidak diakui bahkan dianggap remeh.

Banyak kesempatan lain. Ya, itu juga merupakan alasan yang lumrah ketika seseorang memutuskan resign. Mereka biasanya siap untuk mengembangkan karir mereka ke level selanjutnya. Hal ini juga terjadi ketika mereka mulai sadar dan menilai diri mereka sebagai seorang profesional. Kesempatan baru tentu saja menjadi alasan yang lumrah untuk mengembangkan keahaliannya.

Memang banyak cara mempertahankan karyawan terbaik agar tidak resign. Tapi yang terpenting adalah lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi karyawan untuk berkembang. Uang mungkin salah satu faktor penting, tetapi kenyamanan ternyata tidak bisa diperjual belikan dengan uang. Bagaiman dengan Anda?