Benarkah Milenial Kurang Loyal dalam Bekerja?

Dewasa ini para pengelola Sumber Daya Manusia mengeluhkan para milenial atau yang kerap disebut generasi Y ini identik dengan kurang loyal terhadap organisasi. Mereka kerap kali berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, bahkan diantara mereka dalam hitungan kurang dari satu tahun telah berpindah ke perusahaan lain dengan berbagai alasan yang notabene karena merasa tidak betah lagi bekerja di perusahaan tersebut.

Data dari Deloitte Millennial Survey 2016 menyatakan para profesional milenial yang disurvey di 29 negara, mayoritas dari mereka menyatakan di tahun 2020 akan meninggalkan organisasi tempat dimana mereka bekerja sekarang! Anda pun semakin bertanya-tanya apa sih yang sebenarnya mereka cari sehingga dapat dengan mudah berpindah, apakah demi mengejar ambisi semata atau hanya menghindar dari tekanan kerja yang ada? Sebelum menjawab pertanyaan ini mari kita sedikit memahami latar belakang dari para milenial ini.

Siapakah Milenial ?
Berbeda dengan generasi X yang kebanyakan lahir di masa ketika digitalisasi masih sangat minim, sejak kecil milenial sudah hidup dikelilingi digitalisasi dengan teknologi yang terus berkembang. Informasi dapat mereka peroleh dengan mudah hanya sekali klik dengan jari pada smartphone, ditambah gaya hidup yang semakin menawarkan kenyamanan akibat percepatan teknologi yang ada.

Tentunya kondisi ini membuat mereka memiliki pandangan yang berbeda akan pekerjaan atau hal yang mereka cari dalam bekerja. Digitalisasi yang begitu pesat telah menjadikan hal-hal yang mereka cari dalam bekerja menjadi berbeda dari generasi sebelumnya atau barangkali dengan bahasa bebasnya adalah menjadi semakin ‘canggih’.

14th Annual Global CEO Survey yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers menyatakan mayoritas para milenial mendambakan pekerjaan yang dapat memberikan makna. Mereka mencari pekerjaan yang dapat memberi makna tersendiri yang bersifat personal bagi mereka.

Makna Kerja Bagi Milenial
Apakah sebenarnya yang mereka maksudkan dengan makna ini? Selanjutnya dalam survey tersebut diungkapkan 3 arti dari makna bagi milenial. Simak ulasannya berikut ini:
1. Dapat membagikan talenta, kemampuan hingga hal-hal yang sifatnya menjadi kelebihan mereka,
2. Membawa dampak bagi kehidupan orang lain dengan pekerjaan yang dilakukan,
3. Melalui bekerja dapat hidup sesuai dengan kualitas yang mereka dambakan.

Mendapatkan makna dalam bekerja ini merupakan hal mendasar yang mereka cari dan bukan hanya senang jika bisa diperoleh atau bersifat optional. Ini juga erat hubungannya dengan keinginan mereka untuk dapat terus meningkatkan kemampuan dalam pekerjaan yang mereka tekuni serta pengembangan diri sebagai seorang profesional.

Selain motivasi utama tadi terdapat juga hal lain yang para milenial cari dalam bekerja yaitu hubungan yang baik dengan atasan dimana mereka menginginkan atasan yang dapat hadir sebagai mentor atau bahkan teman. Mereka cenderung menghindari sosok pemimpin yang terlalu formal atau pendekatan yang hierarki dalam bekerja. Selanjutnya mereka juga mencari umpan balik yang fair dan terbuka terkait kinerja mereka dalam tim, fleksibiltas dalam bekerja dimana mereka mengutamakan tanggung jawab akan hasil yang diharapkan ketimbang kehadiran sepenuh waktu di kantor, dan adanya kesempatan pembelajaran karena mereka sangat menyukai tantangan dan cukup berambisi akan karier.
Dengan mengetahui hal-hal yang paling memotivasi dan dicari para milenial dalam bekerja ini, rasanya mulai dapat dipahami mengapa mereka dengan mudah berpindah-pindah pekerjaan. Menariknya karakteristik mereka yang berbeda dengan generasi pendahulunya ini sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku SDM.

Para milenial yang akan terus membanjiri, menyadarkan kita baik yang sudah siap maupun belum untuk menyesuaikan sistem pengelolaan SDM yang ada, melihat dan menata kembali job description agar lebih berisikan makna bagi setiap pemegang jabatan yang akan mendudukinya hingga manajemen talenta yang tepat untuk dapat tidak hanya mempertahankan namun mengembangkannya. Saya berharap dengan penanganan yang tepat, para milenial tidak hanya betah namun dapat memberikan kontribusi yang berarti di perusahaan Anda.

Sumber :nextleader.id