“Asset makes things possible but people make things happen” Kalimat ini menunjukkan betapa pentingnya sumber daya manusia agar perusahaan mampu bersaing dalam era globalisasi di tengah kemajuan teknologi yang pesat ini. Tetapi bagaimana mendapatkan manusia yang potensial untuk menghasilkan kinerja yang tinggi (high flyers) ? Sudah disadari , bahwa mengandalkan “in class training” saja tidak cukup, “on the job training” seringkali lebih efektif untuk memberikan dampak pada kinerja individu dan organisasi di lapangan. Oleh karena itu program training perlu didukung oleh atasan melalui coaching dan counselling kepada bawahan untuk mengembangkan bawahan. Bagaimana teknik dan tips coaching & counselling yang efektif dan apa perbedaan kedua aspek tersebut pada pengembangan kinerja bawahan

Manfaat program

  1. Memahami peran coaching dan counselling sebagai alat dalam pengembangan bawahan.
  2. Mengenal berbagai pendekatan didalam pengembangan bawahan.
  3. Memahami ketrampilan dasar dalam coaching dan counselling.
  4. Memahami tahap-tahapan cara pelaksanaan coaching dan counselling untuk meningkatkan kinerja bawahan.

Materi yang dibahas

  1. Coaching, counselling dan mentoring , alat untuk mengembangkan berbagai macam masalah bawahan.
  2. Pendekatan di dalam mengembangkan bawahan.
  3. Ketrampilan dasar bagi coaching dan counselling (struktur pembinaan, teknik bertanya, teknik mendengarkan, teknik memberi saran dan umpan balik).
  4. Tahapan dalam coaching dan counselling.
  5. Pedoman di dalam pelaksanaan coaching dan counselling bagi peningkatan kinerja bawahan

Siapa yang perlu ikut?

  1. Manajer lini (jajaran manajer operasional)
  2. Manajer SDM/Personalia
  3. Staf SDM/personalia
  4. Counsellor perusahaan