Training PPSDM
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
1. Strategic Plan
Pemahaman proses integrasi dan penyelarasan atas keunggulan-keunggulan sumber daya yang dimiliki guna mengoptimalkan pencapaian tujuan organisasi / instansi.
Apabila perencanaan strategis dilakukan dengan benar, maka pencapaian tujuan perusahaan hanyalah tinggal masalah waktu.

2. Business Process Mapping
Penyusunan Struktur Organisasi / instansi yang didahului dengan pemetaan proses bisnis sekaligus kompilasi untuk memilah dan menentukan RRAA (Roles, Responsibility, Authority, dan Accountability) para penanggung jawab, pelaksana dan pelengkap pada setiap proses bisnis.

1. Job Analisys

a. Job Description

Penjabaran dari tugas dan wewenang suatu posisi pekerjaan agar pemegang jabatan optimal dalam melaksanakan pekerjaannya. Analisa dilakukan dengan melalui metode yang simple dan aplikatif.

b. Job Specification

Penjabaran persyaratan Hard dan Soft Competency yang harus dimiliki oleh suatu posisi pekerjaan untuk mendukung terlaksananya tugas dan wewenang yang diberikan.

2. Job Evaluation

Upaya membandingkan setiap posisi pekerjaan dalam suatu organisasi / instansi untuk tujuan menciptakan keadilan internal dan eksternal didalam menetapkan kebijakan imbal jasa atau pengembangan karir pegawai. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan beberapa metoda pendekatan antara lain : Job Ranking, Job Comparation atau Job Factor.

1. Base Salary

Penetapan skala pengajian organisasi / instansi yang berkeadilan dengan mempertimbangkan kemampuan serta tuntutan pasar tenaga kerja.

2. Incentif Scheme

Penetapan skema Insentif yang berkeadilan dan transpran serta dapat mendukung pencapaian kinerja.

3. Benefit

Penetapan dan perumusan komponen imbal jasa yang mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pokok pegawai, sehingga pegawai dapat menunjukkan kinerja optimal bagi organisasi / instansi .

1. Culture Assessment

Suatu kajian untuk mengetahui budaya dan nilai-nilai baik individu pegawai maupun organisasi / instansi yang berpengaruh serta mendukung terciptanya iklim kerja yang kondusif serta selaras dengan strategi yang dipilih dan ditetapkan oleh organisasi / instansi

2. Corporate Value

Upaya untuk menggali dan menetapkan nilai-nilai yang berpengaruh terhadap pola perilaku individu sebagai anggota organisasi / instansi sesuai strategi yang dilakukan.

3. Corporate Leadership

Menetapkan pola kepemimpinan sangat diperlukan oleh suatu organisasi / instansi agar dapat dirujuk oleh setiap personel kunci, sehingga pada akhirnya dapat mencirikan karakter suatu organisasi / instansi yang selaras dengan strategi yang telah ditetapkan organisasi / instansi.

1. Career Management

Merupakan Sistem pengelolaan karir sumber daya manusia agar tercipta kesempatan mengembangkan karir sesuai potensi dan keinginan individu.

2.Career Path

Penetapan jalur karir organisasi / instansi disesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan sumber daya manusia.

1. Human Resources Information System

a. Recruitment

Pemahaman proses pengadaan sumber daya manusia untuk mendapatkan ‘the right man on the right place in the right time’ berikut penyusunan kebijakan serta sistem dan prosedur pengadaan sumber daya manusia yang terintegrasi.

b. Personel

Pengadministrasian data sumber daya manusia melalui Informasi Teknologi sehingga database kepegawaian selalu up date dan digunakan sebagai excecutive report.

c. Training

Proses meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan dalam rangka Peningkatan kompetensi yang terrekam dalam suatu Sistem Informasi dapat dijadikan bahan dalam pengembangan sumber daya manusia selanjutnya.

d. Payroll

Sistem Informasi teknologi penggajian dan proses administrasi lainnya merupakan ata sumber daya manusia yang selalu harus selalu tercatat dan terjaga keakuratannya.

2. Human Capital

Dengan berbekal pengetahuan-pengetahuan yang lebih lengkap dalam menjalankan bisnis, maka para pelaku organisasi / instansi dapat pula mengembangkan pengelolaan SDM tidak hanya sebagai aspek personalia dan administrasi, namun dapat menunjukkan bahwa aktivitas-aktivitas HR yang selama ini dilakukan memang benar-benar mempunyai korelasi positif yang terukur terhadap tumbuh kembangnya bisnis perusahaan.

Content is under constuction, please be patient
1. Mutual Termination Agreement

Pemahaman proses pemutusan hubungan kerja, mengacu pada Undang-undang serta ketentuan yang berlaku dengan cara yang manusiawi, transparan dan elegan, mulai dari penetapan ‘cutting line’ sampai dengan proses negosiasi antara pihak Manajemen dengan pihak Serikat Pekerja tanpa menimbulkan gejolak.

2. Union

Pemahaman proses pembentukan Serikat Pekerja pada organisasi / instansi yang berprinsip pada transparansi dan hubungan kemitraan, sehingga serikat pekerja yang dilahirkan dapat berperan aktif turut serta mengembangkan organisasi / instansi dengan cara memberikan masukan-masukan yang membangun dan menjaga keseimbangan kepentingan Pengusaha dengan Pegawai.

3. Employee Agreement

Pemahaman proses pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) berdasarkan Undang-undang serta ketentuan yang berlaku, dari penetapan sampai dengan proses negosiasi antara pihak Manajemen dengan pihak Serikat Pekerja tanpa berlarut-larut.

4. Article No.13/2003

Pemahaman philosofi atas Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 dan aturan pelaksanaannya sehingga mempermudah dalam imlementasi tanpa harus memperuncing dikotomi cara pandang.

5. Article No.2/2004

Pemahaman philosofi atas Undang-undang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI), sehingga tercipta hubungan kerja yang harmonis tanpa harus ada yang dikalahkan dan dimenangkan.

PENGANTAR

Konsep Competency Based Human Resource Management (CBHRM) menawarkan metode baru untuk merumuskan model kompetensi suatu organisasi yang terintegrasi dengan visi dan strategi perusahaan untuk kemudian diimplementasikan dalam berbagai sistem MSDM yang berlaku dalam organisasi, antara lain: seleksi, perencanaan karir, perencanaan suksesi, penilaian kinerja, pendidikan dan pelatihan, dan pengembangan organisasi. Model sistem balas jasa berbasis kompetensi adalah pendekatan mutakhir dalam

Manajemen SDM yang mengintegrasikan strategi bisnis organisasi dengan sistem Manajemen SDM. Workshop ini diselenggarakan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pendekatan penyusunan sistem balas jasa berbasis kompetensi dan mengembangkan kemampuan menyusun sistem balas jasa berbasis kompetensi.

MATERI PEMBAHASAN

  1. Overview CBHRM
  2. Model Kompetensi pada CBHRM
  3. Definisi, Tujuan, dan Strategi Sistem Balas Jasa
  4. Assessment Kompetensi
  5. Perhitungan Balas Jasa Berbasis Kompetensi
  6. Job Based Competency
  7. Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi

PESERTA KEGIATAN

Para Direktur SDM, Senior Manager SDM, atau Senior Officer SDM perusahaan di seluruh Indonesia, baik swasta maupun BUMN, serta para dosen atau praktisi profesional SDM pemerhati Manajemen SDM di seluruh Indonesia.

WAKTU KEGIATAN

21 sesi pelatihan 3 hari